Showing posts with label Facebook. Show all posts
Showing posts with label Facebook. Show all posts

Monday, March 7, 2011

Arab Saudi Berniat Beli Facebook Rp 1.321 Triliun



Pemerintah Arab Saudi dikabarkan berniat membeli situs jejaring sosial Facebook. Mereka siap mengucurkan US$150 miliar atau sekitar Rp 1.321 triliun untuk membeli Facebook. Sumber kerajaan menyatakan Raja Abdullah kecewa dengan Mark Zukerberg yang membiarkan revolusi di Timur Tengah dan Afrika Utara tidak terkendali.

Ia dikabarkan telah melakukan pertemuan rahasia dengan pendiri Facebook itu pada 25 Januari lalu. Zuckerberg berjanji tidak akan membiarkan ada laman pemberontakan di Facebook, tapi nyatanya laman-laman pemberontakan tetap ada di Facebook termasuk laman-laman yang mengobarkan revolusi di Mesir dan Libya.

Raja Abdullah tidak punya pilihan lain, ia dinasehati oleh lembaga keuangan Goldman Sachs yang berbasis di New York untuk membeli Facebook dan membersihkan semua akar pemberontakan. Tawaran yang yang diberikan adalah Rp 1.321 triliun.

Oleh pensihat keuangan sebelumnya, Raja Abdullah diperlihatkan neraca keuangan Facebook yang memperlihatkan nilainya tidak lebih dari US$ 1 juta, dan tidak akan memberikan keuntungan. Namun, Raja Abdullah melemparkan laporan keuangan itu ke tong sampah dan memecat memecat penasihatnya lalu memutuskan untuk mengalihkan mandat bank investasinya kepada Goldman Sachs yang memberi harga Rp 1.321 triliun.

Banyak analis keuangan menilai Zuckerberg tidak akan mengambil tawaran itu, dan akan menunggu hingga Raja Abdullah menawarkan US$ 500 miliar atau setara dengan Rp 4.404 triliun. Seorang sumber kerajaan yang tidak mau disebut namanya membantah kabar tersebut. "Kabar itu tidak ada dasarnya," katanya.

Berdasarkan data statistik terakhir, pengguna Facebook di Arab Saudi sebanyak 2,3 juta atau sekitar 8 persen populasi negeri itu. Sedangkan di Mesir pengguna Facebook mencapai 3,4 juta, di Libya lebih dari 150 ribu, di bahrain 220 ribu, di Oman 160 ribu dan di Tunisia mencapai 1,6 juta orang pengguna.

Angry Birds Segera Mendarat di Facebook



Setelah merambah ke Sony PSP, PS3 dan Windows 7, permainan paling populer saat ini, Angry Birds segera muncul di situs jejaring sosial terbesar, Facebook. Angry Birds rencananya mendarat di Facebook pada bulan depan

Menurut Kepala Eksekutif Rovio, pembuat Angry Birds, Mikael Hed Angry Birds versi Facebook akan berbeda dengan platform sebelumnya. Menurut Hed, si babi yang selama ini hanya diam dan menjadi target burung-burung 'marah' akan memiliki peran baru yang lebih menonjol.

Penasaran? Anda bisa melihat halaman Angry Birds di Facebook dan melihat apa saja yang akan berubah. Bila Anda mengkilik "like" di laman tersebut, Rovio, pembuat Angry Birds berjanji akan mengirimkan berita-berita terbaru soal Angry Birds yang bermigrasi ke Facebook ini.

Game Angry Birds menjadi permainan paling laris sepanjang tahun 2010. Game yang pertama kali tersedia di iPhone dan iPod Touch ini sekarang banyak diunduh pengguna ponsel, baik iPhone maupun Android.

Dalam Angry Birds, pemainnya harus menghancurkan sebuah bangunan yang di dalamnya ada babi dengan menggunakan seekor burung terbang yang diketapel oleh si pemain.

Akuisisi Beluga, Facebook Bisa Membunuh Layanan SMS



Situs jejaring sosial terbesar Facebook terus memperkuat "armada perangnya". Pekan lalu, situs yang dibuat Mark Zuckerberg itu mengakuisisi Beluga, sebuah perusahaan internet yang menyediakan aplikasi layanan mobile messaging.

Dengan akuisisi ini pengguna facebook kemungkinan besar dalam waktu dekat bisa saling mengirim pesan singkat dan cepat dengan harga jauh lebih murah ketimbang mengirim pesan singkat melalui operator telepon. Layanan pesan singkat atau Short Messaging Service (SMS) yang disediakan operator telepon pun terancam semakin tak laku.

"Akuisisi ini menegaskan secara eksplisit Facebook bersaing dengan perusahaan telekomunikasi," kata Craig Moffett, analis dari lembaga penelitian Sanford C. Bernstein. Bukan rahasia lagi, harga pesan singkat yang dijual operator lebih mahal daripada harga menggunakan internet melalui telepon pintar.

Dalam pernyataannya, Beluga dan Facebook akan bekerja sama dalam sebuah bentuk baru. "Kami ingin memberikan pengalaman baru berkomunikasi dan berbagi," kata Beluga di dalam situsnya. "Kami senang, bisa mengembangkan visi kami sebagai kelompok yang menyediakan mobile messaging sebagai bagian dari Facebook."

Beluga selama ini menyediakan aplikasi gratis bagi telepon pintar berbasis andoroid dan iOS. Aplikasi ini bisa memberikan pesan kepada sesama pengguna, membagi foto dan bertukar kabar terbaru.

Beluga adalah bayi dari para bekas eksekutif Google. Kepala Eksekutif Beluga, Ben Davenport salah satu otak dari Google Adsense, Lucy Wang bekerja di Google AdWords, Google News dan Google Docs, sedangkan Jonathan Perlow adalah staf senior di Google yang mengurusi Gmail, Gmail Chat dan Mail Googles.

Monday, February 28, 2011

Keterlibatan Facebook Dalam Revolusi Mesir


Setelah lama bungkam mengenai keterlibatan langsung Facebook dalam revolusi Mesir yang berakhir dengan jatuhnya Hosni Mubarak beberapa waktu yang lalu, kini Facebook tidak bisa lagi mengelak atas keterlibatan mereka dalam revolusi tersebut.

Mashable.com mencatat beberapa laporan yang menunjukkan keterlibatan terselubung dari beberapa pimpinan Facebook untuk mendukung revolusi tersebut.

Menurut Daily Beast, Facebook dilaporkan bekerja untuk melindungi identitas aktivis Mesir. Situs berita ini mengklaim memperoleh e-mail dari eksekutif Facebook dan para administrator dari sebuahPage di Facebook dengan nama We Are All Khaled Said yang merupakan awal mula pusat gempa revolusi digital ini. Facebook Page ini diciptakan untuk mengingat seorang laki-laki Mesir yang dibunuh musim panas lalu oleh polisi.

Lebih jauh Daily Beast mengatakan bahwa eksekutif Facebook mengambil langkah-langkah yang tidak biasa untuk melindungi identitas para pemimpin protes selama pemberontakan Mesir. Pada tanggal 25 Januari awal mula revolusi mesir tersebut, pemrotes di Mesir yang tidak mungkin dapat menghubungi teman-teman mereka di seluruh Mesir untuk mengadakan demonstrasi secara serentak. Seorang admin dari sebuah Page di Facebook telah meminta bantuan top executive Facebook untuk membantunya menyebarkan email.

Tidak lama kemudian Page di Facebook tersebut menjadi sangat populer dan menjadi tempat online bagi para demonstran untuk berkumpul serta menjadi awal gerakan revolusi tersebut. Setiap hari selalu ada update di wall dan sebanyak 400 ribu fans. Page ini memuat berbagai permohonan ber-api-api agar para pendemo di Mesir bergabung. Para pemrotes terus bergabung hal ini membuat kekhawatiran bagi administrator page yang bernama We Are All Khaled Said tersebut. Administrator merasa pemerintah regim Mubarak akan melancarkan serangan cyber untuk menutup Page tersebut atau menangkapi para pengelolanya. Sampai pada titik ini belum jelas apakah Facebook memberikan bantuan.

Halaman Facebook We Are All Khaled Said, sumber:https://www.facebook.com/ElShaheeed

Di suatu malam tanggal 25 Januari tersebut, Richard Allan, Direktur Kebijakan Facebook untuk Eropa merespon kekhawatiran administrator Page di Facebook tersebut dengan mengatakan:

We have put all the key pages into special protection,” he wrote in an email. A team, he said, “is monitoring activity from Egypt now on a 24/7 basis.”

Ini artinya secara resmi atau tidak (melalui pribadi Richard Allan) Facebook telah memberikan perlindungan khusus terhadap Page We Are All Khaled Said agat tidak mudah diserang pemerintah Mesir atau agar pengelolanya tidak mudah untuk ditangkapi.

Dengan memberikan perlindungan istimewa terhadap page ini, Facebook telah memainkan peran sebagai tempat berkumpul para aktivis pro revolusi Mesir untuk menyatukan kekuatan mereka dan untuk terus berdemo, menggalang kekuatan selagi Hosni Mubarak tidak juga mau turun dari jabatannya. Namun Richard Allan menolak untuk mengomentari hal ini. Ia sendiri bergabung dengan Facebook pada bulan Juni 2009. Dalam sebuah wawancara di bulan Agustus dengan Financial Times, ia mengatakan bahwa di antara tanggung jawabnya adalah melakukan deal dengan sensor, kebebasan berbicara dan privasi, serta mempromosikan Facebook untuk kepentingan umum.

Dengan latar belakang sebagai seorang yang suka kebebasan berbicara dan anti sensor serta ditempatkan pada posisi yang cukup menentukan di Facebook bukan tidak mungkin Richard Allan telah menggunakan posisinya baik resmi atau tidak untuk mendukung revolusi Mesir. Seorang mantan pegawai Facebook mengatakan bahwa Richard Allan memiliki kekuatan untuk mengirimkan email kepada siapa saja yang berkepentingan dalam situasi tertentu.

Dengan demikian, sengaja atau tidak memang Facebook telah berperan cukup banyak dalam revolusi Mesir yang berhasil menumbangkan rezim Hosni Mubarak tersebut. Setelah berhasilnya revolusi tersebut, peningkatan pengguna Facebook Mesir meningkat secara mengejutkan. Tidak tahu juga apakah keberhasilan revolusi tersebut membuat warga Mesir merasa harus berterimakasih kepada Facebook dengan beramai-ramai menjadi anggotanya.

Menarik juga dilihat, pemadaman jaringan internet oleh pemerintah Mesir selama beberapa hari tidak menyurutkan api revolusi di Mesir padahal Facebook hanya dapat ditengok jika ada koneksi internet. Hal ini menandakan, bahwa gelombang revolusi tersebut ternyata sudah cukup besar, Facebook berperan menyatukan gelombang tersebut dan ketika telah bersatu, tidak dapat lagi dihentikan walaupun dengan memutuskan koneksi internet.

    Monday, February 14, 2011

    Facebook Menjadi Tempat Simpan Foto Terbesar



    Facebook ternyata memiliki koleksi foto lebih besar daripada situs lain di web. Facebook memilki 60 Milyar, Photobucket 8 M, Picasa 7 M dan Flickr 5 M.

    http://8.mshcdn.com/wp-content/uploads/2011/02/021111_02.png